Selasa, 18 Februari 2020

Mekar yang elok


Mawar mekar dihalaman indahmu
Semerbak harum tercium ditaman harapan
Mengelokkan taman yang semakin layu
Indahmu, harummu adalah imajinasi mimpi yang jadi nyata. 


Harapan yang telah muncul dari dunia impianku ternyata hanyalah Fatamorgana dari keinginan besar untuk memilikinya.

Hati telah tertusuk duri mawar indahmu Racunnya telah menyebar di taman harapan mengancam segala isinya yang ingin mekar. 

Aku berusaha menuju cahaya sejati
Kiranya tak jatuh lagi dalam cahaya yang bukan tuannya.

Enyahlah, pergi lah jika hanya merusak  taman harapan yang sedang layu..
jika engkau tak sanggup untuk apa  kau jatuh.. 

on My Side



on My Side


Jika waktu mengubah keadaan
Sanggupkah aku meroda sampai  ujung jalan
Ku masih berharap..
Ku yakin itu adalah mataharinya.

kerikil yang tajam takkan menyakiti
Ia akan menuntun..
Kepakkan sayap dan terbang dalam batas kecepatan..
Batas itu  datang ketika ku menyerah..

Denganmu aku rasakan ikatan
Dan harapan ini takkan pupus
Oleh kenangan buruk yang terjadi diwaktumu
Kamu tak mengenal sampai kamu kepalkan sayap dan ikut mendampingiku dalam kecepatan ku yang tak berbatas..

Pahamilah.... Pahamilah....
Aku telah rela untukmu
Semua adalah kamu
Itu kamu
kamu
My Dear
on My Side


Jumat, 18 Oktober 2019

ILUSIKU




Wajah mu tak bisa terbayang kan olehku
Namun ku ingin ilusi itu ada
Gelap pikiran menghayalkanmu
Tetapi hati ini masih saja menengah
 Bentuk wajah itu bisa aku lihat didepanmu

Padahal Hati dan pikiran memiliki pandangan
Mata, Kening, Pipi dan Bibir itu
Tak berfungsi seperti yang biasa
Hanya mengandalkan firasat yang tak kunjung damai.
kamu adakah bungaku yang tumbuh di sarang lebah.

Sabtu, 05 Oktober 2019

Sang Perindah

Kupu-kupu yang indah
Sayap yang membentang menebarkan kekaguman
Kini kau telah mengerti cara menghadapi dunia
Bijak dalam bertindak
Bertingkah dengan  cinta
Namun, kau tahu, dahulu....
Kau hanyalah penikmat tiada
Kau, terdiam dan mengharap sinar datang
Entah, apa itu malam atau siang
Terlewati tanpa sinar penerangmu
Kini dia telah Damai dengan keindahan, kuharap.
Tampanya, kau hanya sunyi yang tak bersinar

for my Professor

Sabtu, 14 September 2019

Coretan Bimbang

Vokal

Bahasa ciptaan manusia yang terindah
Jika kalau elok indahnya memudar
Dia akan memperdengarkan nada siulan.

Ketika angan ingin kau raih
Maka tutur kata Indahmu adalah teduh ku,
Penyejuk hati di padang pasir.

Malam ketika sunyi dan gelap
Selalu menidurkankan dalam lamunan bintang jatuh,
Cahayanya penerang malam yang tak bersuara.

Bahasa! Mengapa kau indah?
Katamu tersusun dari harmonisasi
Huruf I.N.D.A. dan H. yang sejukkan alam.

Hei! I dan A mengapa kamu hadir?

Candu itu berasal darimu
Tersusun harmonis dan Misterius,
Indah harusnya abadi, mendamaikan alam semesta yang bergejolak.


Jumat, 08 April 2016

Catatan kaki






Catatan Kaki


Catatan kaki adalah keterangan yang ditambahkan di bagian bawah halaman. Catatan kaki biasanya dicetak dengan huruf yang lebih kecil daripada huruf di teks guna menambahkan rujukan uraian di dalam naskah pokok. Catatan kaki ini menjelaskan sumber asalnya sebuah kutipan, baik kutipan langsung atau tidak langsung. Selain menjelaskan asal kutipan, catatan kaki juga sering digunakan untuk menjelaskan teks atau istilah khusus yang perlu penjelasan lebih panjang. Setiap teks yang akan dijelaskan dalam catatan kaki akan ditandai dengan nomor. Nomor tersebut akan terkait langsung dengan keterangan yang ada di catatan kaki. Dengan adanya nomor dalam catatan kaki ini, maka teks-teks yang diberi catatan tidak akan tertukar dengan catatan untu teks lainnya.

Tujuan penulisan catatan kaki adalah untuk menyusun pembuktian (sumber tulisan), menyatakan utang budi (kepada pengarang yang dikutip pendapatnya), menyampaikan keterangan tambahan, memperkuat uraian (intisasi, keterangan insidental materi penjelas yang kurang penting, perbaikan, dan pandangan yang bertentangan), dan merujuk bagian lain teks (uraian pada halaman lain, sebelum atau sesudahnya).





Berikut ini teknik pembuatan catatan kaki:
Catatan kaki tidak boleh melebihi 3 cm dari margin bawah.
Catatan kaki dibuat sesudah baris terakhir teks, dalam jarak 3 spasi dibuat garis mulai dari margin kiri sepanjang 15 ketikan huruf pika atau 18 ketikan huruf elite.
Catatan kaki dua spasi di bawah garis terakhir teks. Teks catatan kaki ditulis setengah spasi ke bawah setelah nomor penunjuk (setengah spasi ke bawah) dari nomor penunjuk.
Jarak antarbaris dalam catatan kaki menggunakan spasi rapat, sedangkan jarak antarcatatan kaki (jika lebih dari satu catatan) menggunakan dua spasi.
Setiap baris catatan kaki selalu dimulai dari margin kiri atau sejajar.

Ada tujuh teknis penulisan catatan kaki yang perlu diingat.
Nama pengarang tidak dibalik
Judul buku dicetak miring (jika diketik dengan komputer) atau digaris bawah (jika tidak dengan komputer). Selain buku (artikel di majalah, Koran, atau jurnal), judul sumber ditempatkan dalam tanda petik dua (“…”), tidak dicetak miring atau digaris bawah
Kota terbit
Nama penerbit
Tahun terbit
Nomor halaman
Semua unsur dihubungkan dengan tanda koma (,), kecuali setelah kota terbit, dihubungkan dengan tanda titik dua (:).






Contoh Catatn kaki


berikut ini akan kami bagi sesuai dengan sumber referensi yang digunakan dalam penulisan suatu halaman. Hal ini penting diperhatikan, karena masing-masing sumber memiliki teknik penulisan yang berbeda ketika dimasukkan ke dalam catatan kaki. Berikut ini contohnya:
Contoh Catatan Kaki 1 s/d 3 Pengarang


Catatan kaki jika referensinya pada buku karangan yang ditulis oleh satu hingga tiga pengarang, yaitu:
Chairil Anwar, Aku Ini Binatang Jalang, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 1991), hlm 4.
Sumi Winarsih, Ridha Yulfika, Bagus Wicaksono, Belajar Bahasa Indonesia, (Bandung: Acarya, 2005), hlm. 32.
Contoh Catatan Kaki 4 atau lebih Pengarang


Contoh penulisan catatan kaki jika referensinya pada buku karangan menggunakan empat penulis atau lebih, yaitu:
Mahmud Hidayat, dkk., Bahasa dan Sastra Indonesia, (Klaten: Citra Aji Parama, 2004), hlm. 45.
Contoh Catatan Kaki jika Sumber berasal dari Majalah/Surat Kabar

Referensi yang berasal dari majalah atau surat kabar, maka penulisan catatan kakinya berbentuk:
Dinda Mutiara, "Bahasa Jawa di Ambang Kepunahan?", Kompas, 3 Mei, 1990, hlm. 5.
Fajar Samudra, "SMA II, Sekolah yang Kuyup Budaya Jawa," Majalah Pelajar MOP, Juni, 2005, hlm. 22.
Contoh Catatan Kaki jika Sumbernya dari Buku Terjemahan


Jika sumbernya dari buku terjemahan, maka cara penulisan catatan kakinya adalah sebagai berikut:
Multatuli, Max Havelar, atau Lelang Kopi Persekutuan Dagang Belanda, terj. H. B. Jassin, (Jakarta: Jambatan, 1972), hlm 54.
Contoh Catatan Kaki jika Sumbernya dari Artikel

Jika referensinya berupa artikel dalam antologi ataupun ensiklopedi, maka bentuk penulisan catatan kakinya, yaitu:
Melani Budianta, "Bercermin pada Kaki Langit: Kreativitas dan Pendidikan Sastra Pelajar Indonesia", Kaki Langit Sastra Pelajar, ed. Jamal D. Rahman, (Jakarta: MajalahSastra Horizon dan Kaki langit, 2002), hlm. 282.
"India", Ensiklopedi Indonesia, (Jakarta: Ikhtisar Baru-Van Hoeve, 1982), hlm. 1402-1407.
Perbedaan Ibid, op. cit, loc. cit di Dalam Catatan Kaki






Ibid adalah sebuah catatan kaki yang menerangkan bahwa catatan tersebut sama dengan catatan yang ada sebelumnya atau catatan yang berada di atasnya.
Op. cit adalah sebuah catatan kaki yang menerangkan bahwa catatan tersebut diselingi oleh catatan kaki yang lain.
Loc. cit adalah sebuah catatan kaki yang meneangkan bahwa catatan tersebut menunjukkan halaman yang sama dari salah satu sumber yang telah disebutkan.










Untuk lebih jelas, mari kita lihat contoh dari beberapa catatan kaki yang menggunakan ibid, op. cit, dan loc. cit :





Gorys Keraf, Diksi dan Gaya Bahasa, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1999, hlm. 8.
Ibid., hlm. 15
Ismail Marahimin, Menulis secara Populer, Pustaka Jaya, Jakarta, 2001, hlm 46.
Soedjito dan Mansur Hasan, Keterampilan Menulis Paragraf, Remaja Rosda Karya, Bandung, hlm. 23.
Gorys Keraf, op. cit. hlm 8
Ismail Marahimin, loc. cit.
Soedjito dan Mansur Hasan, loc. cit.


Sumber :


http://galihbudiakbar.blogspot.co.id/2014/06/perbedaan-ibid-op-cit-loc-cit-di-dalam.html


http://www.pengertianahli.com/2015/05/catatan-kaki-pengertian-penulisan-contoh.html





Senin, 22 Februari 2016

Politik adalah "kotor"


POLITIK
Hasyim Ludfi






Banyak dipahami orang kalau politik itu kotor, politik itu jelek, politik itu gak baik. Sangat disayangkan dengan pemahaman yang demikian terhadap arti POLITIK atau pengertian tentang POLITIK. Pengertian POLITIK pada dasarnya atau hakekatnya adalah pengertian TENTANG KENEGARAAN , Politik adalah ilmu tentang negara, tentang pemerintahan, atau pengetahuan tentang kehidupan bernegara, yaa gak usah definisi -definisian yaa. Asal kata politik itu adalah Polic bahasa Yunani yang karena disitulah dahulu berkembang suatu bentuk pemerintahan yang tertata, demikian lah kira -kira. Nah itulah arti Politik, sehingga orang yang ahli kenegaran adalah dia disebut politicus. Lagi jangan diartikan politik itu adalah akal akalan atau minteri, sehingga orang yang ahli politik atau berkecipung didunia politik dikonotasikan atau diartikan sebagai orang yang pinter ngakali, endaklah , itu arti atau asumsi yang keliru. Lalu mengapa , pemahaman yang demikian terhadap kata POliTIK, yang kotorlah, yang gak baik lah, yang jengkelkan lah, ternyata menjadi pemahaman yang benar atau orang banyak selalu terdengar berkomentar demikian. Nah itu sebenarnya adalah fakta atau perilaku yang memang ada atau terjadi pada oknum atau orang -orang pelaku politik. Jadi Bukan Politiknya yang jelek, tapi Orangnya , personnya, kelompoknya, organisasinya. Disini mari kita bedakan. Memang berbicara tentang POLITIK yang notabena adalah Kenegaraan, adalah Pemerintahan, adalah Kekuasaan untuk memerintah, maka memang cendrung untuk BERKUASA DALAM SUATU NEGARA, pihak tersebut kadang melakukan CARA , kadang menjalankan taktik strategi yang CENDRUNG KOTOR tadi, yang cendrung menjengkelkan pihak -pihak yang tidak mendukung.Demikian memang PEREBUTAN KEKUASAAN kadang mengakibatkan PERTUMPAHAN DARAH, MENGHANCURKAN LAWAN , menumpas PENENTANG DENGAN CARA CARA YANG keji.Sepertinya memang dari sononya, dari awal awal berdirinya suatu negara di dunia banyak yang diawali dengan kekerasan ya dalam tanda petik yaa, banyak negara didunia dibangun dengan semboyan SIAPA YANG KUAT DIA YANG MENANG. Itu dah sedikit aja. Jadi prinsipnya yang jelek atau yang kotor adalah unsur manusianya, unsur kelompoknya, BUKAN ARTI POLITIKNYA,. ORANG YANG AHLI POLITIK ADALAH ORANG YANG AHLI KENEGARAAN, YANG AHLI TATANAN NEGARA. Sedang kadang mereka hanya untuk bisa memegang kekuasaan, bisa berkuasa, untuk bisa menjalankan suatu pemerintahan, diperolehnya dengan cara cara yang akhirnya memberi kesan kebencian bagi orang atau bagi rakyat di negara itu. Partai Politik adalah partai atau Organisasi yang punya akses untuk menjadi pelaku politik dinegara yang bersangkutan. Lalu bagaimana dengan negara kita Indonesia. Pada Prinsipnya pada Negara Kita Indonesia adalah tidak harus terjadi praktek praktek yang kotor yang harus dilakukan untuk eksis atau bisa mendapat tempat guna memegang KEKUASAAN , guna meraih posisi dalam Pemerintahan. Karena apa, Negara Kita Indonesia adalah Negara yang berdasarkan PANCASILA, negara yang menjunjung tinggi asas KEMANUSIAN YANG ADIL DAN BERADAB, NEGARA YANG BERKETUHANAN YANG MAHA ESA. YA demikian lah seharusnya sistem Politik atau berjalannya POLITIK di Indonesia. Namun yang terjadi, kayaknya ada saja yang beraktifitas, bergerak, atau berkompetisi diantara partai politik, atau person person yang dipartai politik yang memberikan kesan KOTOR, Jelek, menjengkelkan, sehingga kadang kita atau rakyat menjadi apatis, menjadi golput, menjadi antipati, menjadi benci. NAH ADA BENARNYA TUUH, TAPI JANGAN BENCI PADA KATA POLITIK LOH...., TU MALAH DIKULIAHKAN DIAJARKAN DI DUNIA PENDIDIKAN TENTANG ILMU POLITIK, ADA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK kaan...., bedakan antara Ilmu Politiknya dengan oknum yang haus kekuasaan sehingga sampai melakukan cara cara yang menyimpang dari DASAR NEGARA kita ya, PANCASILA itu. oke, barang kali ada salah nya, itu adalah kesalahan saya, jika benar itu memang kebenaran dari ilmu itu sendiri.